Mie Kering dari Ubi Jalar Merah dan Teri

PKMK
A. Judul Program Kegiatan
Pembuatan Mie Kering dari Ubi Jalar Merah dan Teri yang Praktis dan Inovatif untuk Menumbuhkan Jiwa Kewirausahaan Mahasiswa.

B. Latar Belakang Masalah
Harga sembako yang menanjak akhir-akhir ini membuat resah sebagian orang. Mereka membutuhkan makanan alternatif yang sarat dengan gizi sekaligus terjangkau. Kebanyakan dari mereka lebih memilih mie untuk mengisi perut mereka. Mie merupakan salah satu produk makanan yang digemari oleh berbagai kalangan masyarakat, terlebih harganya yang relatif murah dan mudah diperoleh. Mie yang biasa dikonsumsi merupakan mie instant dalam kemasan yang sebenarnya tidak baik bagi kesehatan. Mie instant yang dijual dipasaran banyak mengandung bahan pengawet buatan dan zat-zat kimia berbahaya lainnya. Kandungan gizi dalam mie instant juga dapat dikatakan kurang, padahal selain karbohidrat tubuh juga memerlukan protein, kalsium, zat besi serta vitamin untuk mencukupi kebutuhan energi serta mengganti sel tubuh yang telah rusak. Mengkonsumsi mie instant secara periodik dapat mengakibatkan malnutrisi karena tubuh kekurangan asupan gizi.
Penyusun mencoba untuk mengembangkan sebuah variasi makanan yang berasal dari ubi jalar merah yang dicampur dengan teri. Keberadaan kedua bahan tersebut tergolong melimpah di alam tetapi masyarakat jarang memenfaatkannya. Masyarakat memandang rendah kedua bahan tersebut karena makanan pokok sebagian besar masyarakat Indonesia adalah beras. Hal ini menjadikan harga ubi jalar merah dan teri menjadi rendah.
Kedua bahan tersebut selanjutnya akan diolah menjadi mie kering yang mengandung kalsium, protein dan karbohidrat yang tinggi serta mengandung antioksidan. Pengolahan ubi jalar merah dan teri dimaksudkan untuk meningkatkan nilai ekonomis serta nilai gizi dari kedua bahan tersebut. Selain itu, cara pengolahan mie kering dari ubi jalar merah dan teri yang mudah diharapkan dapat menumbuhkan jiwa kewirausahaan dikalangan mahasiswa.

C. Perumusan Masalah
1. Bagaimana cara membuat mie kering yang berbahan dasar ubi jalar merah dan teri?
2. Bagaimana cara mengetahui kelayakan mie kering ubi jalar merah dan teri untuk dipasarkan?
3. Bagaimana cara mengetahui kandungan gizi mie kering ubi jalar merah dan teri untuk memenuhi asupan gizi masyarakat?
4. Bagaimana cara untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan mahasiswa melalui produksi mie kering dari ubi jalar merah dan teri?

D. Tujuan Program
1. Mengetahui cara membuat mie kering yang berbahan dasar ubi jalar merah dan teri?
2. Mengetahui cara mengetahui kelayakan mie kering ubi jalar merah dan teri untuk dipasarkan?
3. Mengetahui cara mengetahui kandungan gizi mie kering ubi jalar merah dan teri untuk memenuhi asupan gizi masyarakat?
4. Mengetahui cara untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan mahasiswa melalui produksi mie kering dari ubi jalar merah dan teri?

E. Luaran yang Diharapkan
Ubi jalar merah dan teri yang memiliki harga rendah tetapi kaya akan gizi akan diolah menjadi mie kering. Mie ini diharapkan dapat menjadi varian baru dalam dunia makanan bergizi dan dapat diproduksi secara home industry sehingga menumbuhkan jiwa kewirausahaan mahasiswa serta menekan angka pengangguran.

F. Kegunaan Program
Harapan dalam pelaksanaan kegiatan ini yaitu:
1. Memanfaatkan ubi jalar merah dan teri untuk dijadikan mie kering yang sarat dengan gizi
2. Menumbuhkan jiwa kewirausahaan mahasiswa sehingga dapat membuka lapangan kerja baru
3. Meningkatkan gizi masyarakat melalui produk olahan ubi jalar merah dan teri.
G. Tinjauan Pustaka
1. Ikan Teri
Menurut Dept. Kelautan dan Perikanan Indonesia, teri (Stokphorus sp.) sangat istimewa sebagai salah satu sumber kalsium. “Salah satu keistimewaan ikan teri dibandingkan dengan ikakn lainnya adalah bentuk tubuhnya yang kecil sehingga mudah dan praktis dikonsumsi oleh semua umur. Ikan teri merupakan salah satu sunber kalsium terbaik untuk mencegah pengeroposan tulang. Ikan teri merupakan sumber kalsium yang tahan dan tidak mudah larut dalam air. Kandungan gizi teri segar meliputi energi 77 kkal; protein 16 gram; lemak 1,0 gram; kalsium 500 mgram; phosphor 500 mgram; besi 1,0 mgram; vitamin A RE 47; dan vitamin B 0,1 mgram” (http://dinni.isnandi.net/ 2008/05/14/harumnya-ikan-bilis-atau-ikan-teri/).
2. Ubi Jalar Merah
Ubi jalar merah (Ipomea batatas) adalah hasil bumi yang mengandung banyak gizi, diantaranya vitamin A dan E, betakaroten, antioksidan dan tentunya karbohidrat yang tinggi. Dibanding ubi jalar putih, tekstur ubi jalar merah lebih berair dan kurang masir akan tetapi lebih lembut. Rasanya memang tidak semanis yang putih walaupun kadar gulanya tidak berbeda. Ubi jalar merah yang berwarna kuning emas tersimpan 2900 mkg (9675 SI) betakaroten, ubi jalar merah yang berwarna jingga 9900 mkg (32967 SI). Makin pekat warna jingganya, makin tinggi kadra betakarotennya yang merupakan bahan pembentuk vitamin A dalam tubuh (http://www.warnadunia.com/manfaat-khasiat-dan-kandungan-ubi-jalar/).
3. Mie Kering
Secara umum mie dapat digolongkan menjadi dua, mie kering dan mie basah. Baik yang dalam kemasan Polietilen maupun dalam kemasan polysteren yang dikenal juga sebagai sterofoam. Pada umumnya mie basah adalah mie yang belum di masak (nama-men) kandungan airnya cukup tinggi dan cepat basi, jenis mie ini biasanya hanya tahan 1 hari . Kategori kedua adalah mie kering (kan-men), seperti ramen, soba dan beragam mie instant yang banyak kita jumpai di pasaran. Dilihat dari bahan dasarnya, mie dapat dibuat dari berbagai macam tepung, seperti tepung terigu, tepung tang mien, tepung beras, tepung kanji, tepung kacang hijau dll. Dari jenis tepung di atas, mie dari tepung terigu paling banyak digunakan khususnya untuk membuat mie instan. Adapun komposisi bahanya adalah tepung terigu, air, telur, garam dapur dan air abu atau air ki untuk pengenyal. Proses pembuatan mie melalui beberapa tahap. Pertama adalah tahap pencampuran. Dalam proses ini semua bahan di campur menjadi satu sampai terbentuk adonan. Berikutnya adalah tahap pengulian adonan diuleni sampai terbentuk adonan yang kalis, licin dan transparan. Setelah itu adonan dibentuk atau dipotong sesuai dengan jenis mie yang akan di buat.(http://budiboga.blogspot.com/2006/05/sejarah-dan-aneka-jenis-mie.html).
Cara pembuatan tepung ubi jalar:
1) Pengupasan. Umbi dikupas, kemudian dicuci sampai bersih.
2) Pemarutan. Umbi diparut halus menjadi bubur umbi. Jika umbi yang
ditangani cukup banyak, umbi digiling dengan mesin penggiling. Setelah itu,bubur ditambah air (1 bagian bubur ditambah dengan 2 bagian air), diadukaduk agar pati lebih banyak yang terlepas dari sel umbi. Jika bubur cukup banyak, pengadukan dilakukan dengan alat pengaduk mekanis.
3) Penyaringan suspensi pati. Bubur umbi disaring dengan kain saring
sehingga pati lolos dari saringan sebagai suspensi pati, dan serat tertinggal pada kain saring. Suspensi pati ini ditampung pada wadah pengendapan..
4) Pengeringan. Suspensi pati dibiarkan mengendap di dalam wadah
pengendapan selama 12 jam. Pati akan mengendap sebagai pasta.Cairan
di atas endapan dibuang, dan pasta dijemur di atas tampah, atau dikeringkan dengan alat pengering sampai kadar air di bawah 14%. Produk yang telah kering akan gemersik bila diremas-remas. Hasil pengeringan ini disebut dengan tepung kasar.
5) Penggilingan. Tepung kasar selanjutnya dapat ditumbuk atau digiling
sampai halus (sekurang-kurangnya 80 mesh) menjadi tepung ubi jalar.
6) Pengemasan. Tepung ubi jalar dapat dikemas di dalam karung plastik ataukotak kaleng dalam keadaan tertutup rapat (www.aagos.ristek.go.id/ pangan/…/tepung_ubi_jalar).
H. Metode Pelaksanaan
1. Tempat dan Waktu
Proses pembuatan dan pengolahan ini dilakukan di Laboratorium Unit Produksi Teknik Boga FT UNY untuk pembuatan mie ala ubi jalar dan teri yang sebelumnya akan dilakukan pembuatan sampel dan pengendalian kualitas produk yang dilakukan di Laboratorium UGM. Proses pembuatan dan pengolahan ini akan dilakukan selama 8 minggu berturut-turut.
2. Bahan dan Alat
Dalam proses pembuatan mie kering bahan yang digunakan adalah sari ubi jalar merah, teri, tepung terigu, baking powder, telur, dan air.
Tabel1.1 Bahan Pembuatan Mie Kering
Bahan Spesifikasi
Tepung ubi jalar merah Powder
Teri Butiran
Tepung terigu Powder
Tepung kanji Powder

Pembuatan mie kering ini, bahan utama yang digunakan adalah tepung ubi jalar dan teri giling kering.
Dalam proses pembuatan mie kering alat yang digunakan antara lain baskom, ember, blender, pisau dapur, tampah, press mie, alat pemotong mie, kemasan produk.
Tabel 1.2. Alat Pembuatan Mie Kering
Alat Fungsi
Ember plastik Sebagai tempat pencucian ubi
Pisau dapur Alat untuk mengupas ubi
Blender Sebagai penghalus teri sebelum dicampur sari ubi
Baskom besar Sebagai tempat mencampur adonan
Tampah Sebagai tempat meniriskan dan mengeringkan mie
Timbangan Alat untuk menimbang mie
Press mie Sebagai alat mengepres mie
Alat pemotong mie Sebagai pemotong mie dan
Oven pengering Sebagai alat pengering ubi jalar merah, teping dan mie yang setengah jadi

3. Proses Pembuatan
Pembuatan mie ubi jalar merah dan teri:
1) Persiapan alat dan bahan
2) Pembuatan
Pada penemuan formula, pembutan produk mengacu pada formula acuan untuk menemukan standar resep yang akan dgunakan dalam penelitian pembuatan mie kering ubi jalar merah. Adapun pembuatan mie kering ubi jalar merah adalah:
Tabel 2.1 Formula mie kering ubi jalar merah
No. Bahan Formula 1 Formula 2 Formula 3
1. Tepung ubi jalar merah 100 gr 100 gr 100 gr
2. Teri giling kering 0.5 sdt 2 sdt 4 sdt
3. Tepung terigu 50 gr 200 gr 300 gr
4. Air

Adapun untuk memperjelas langkah tersebut dapat dilihat melalui alur pembuatan mie dari campuran ubi jalar merah dan teri sebagai berikut:
Bagan 2.2 Alur pembuatan mie kering ubi jalar merah dan teri

4. Analisis Pasar dan Perhitungan Pasar secara kasar
a. Analisis pasar
Produk mie dari campuran ubi jalar dan teri yang dihasilkan ini memiliki prospek yang cerah. Dari segi feasibility produk ini memiliki keistimewaan:
1) Produk berbasis teknologi sederhana
2) Bahan baku murah dan mudah didapatkan
3) Pembuatannya mudah
4) Dapat dilaksanakan oleh industri rumah tangga
5) Tidak memerlukan modal yang besar
6) Kandungan gizi tinggi

Adapun dari segi profitabilitynya adalah sebagai berikut:
1) Pangsa pasar luas karena masyarakat lebih cenderung menyukai mie
2) Pemanfaatan ubi jalar merah yang belum maksimal
3) Produk unik dan merupakan inovasi baru
b. Perhitungan ekonomi pasar
Perhitungan ekonomi pasar dilakukan dengan BEP (Break Event Point). Penetapan harga dengan harga tertentu dengan maksud agar dapat mengembalikan dana investasi. Metode ini akan menghitung berapa jumlah produk yang harus dijual pada harga tertentu, supaya dapat menutup semua biaya produksi, pada posisi tidak untung dan tidak rugi atau impas. Jika ingin mendapatkan untung maka kita harus berproduksi lebih dari posisi BEP. Untuk dapat melakukan perhitungan BEP, maka perlu diketahui konsep:
1). Biaya tetap, yaitu biaya yang tidak berubah, tidak tergantung pada
jumlah produksi, misalnya gedung, pabrik, sewa tanah, gaji karyawan tetap.
2). Biaya variabel, yaitu biaya yang selalu berubah tergantung pada
jumlah yang diproduksi ,misalnya bahan mentah, bahan baku, gaji
karyawan tidak tetap, dan biaya kemasan.
BEP dapat dihitung dengan rumus:
A x B = (A x C) + D
Keterangan:
A : jumlah produk perhari pada keadaan BEP
B : harga jual
C : biaya tidak tetap
D : biaya tetap

Pengolahan ubi jalar merah dan teri menjadi mie memiliki prospek yang menjanjikan karena banyak faktor yang mendukung keberlanjutan produk ini.
c. Analisis hasil usaha
a. Biaya per satu kali produksi
Ubi jalar merah : Rp. 20.000,00
Teri : Rp. 24.000,00
Tepung terigu : Rp. 72.000,00
Selep ubi : Rp. 10.000,00
Bumbu : Rp. 10.000,00
Total : Rp.136.000,00
Biaya untuk 2 kali produksi : Rp. 272.000,00
b. Biaya kemasan, dan transportasi
Kemasan (360 bungkus) : Rp. 40.000,00
Transportasi : Rp. 20.000,00
Total : Rp. 60.000,00
c. Biaya publikasi
Leaflet : Rp. 10.000,00
Pamflet : Rp. 15.000,00
Total : Rp. 25.000,00
d. Harga penjualan
2x Rp 198.000,00: : Rp. 396.000,00
e. Analisis kelayakan usaha
f=e-d-c-b = Rp 360.000,00 – Rp.25.000,00 –Rp. 40.000,00 – Rp. 224.000,00
= Rp. 71.000,00
Jadi produk yang kami hasilkan dapat menghasilkan keuntungan Rp. 191.500,00
Untuk 4 kali produksi. Ini berarti setiap kali produksi akan menghasilkan keuntungan sebesar Rp. 49.750,00

1). Biaya pengadaan alat pra produksi
-panci (3 buah) : Rp.
-baskom besar(3 buah) :
-ember(2 buah) :
-blender (1 buah) :
-pisau dapur(4 buah) :
-tampah () :
-pengaduk() :

2). Biaya satu kali produksi
a). Seledri (Apium graveolens L.) : Rp 25.000,-
b). Aquades : Rp –
c). Gula (1 kg) : Rp 7.000,-
d). Mentega (1/2 kg) : Rp 3.000,-
e). Telur (1/2 kg) : Rp 10.000,-
f). Susu (1 kg) : Rp 10.000,-
g). Penambah rasa (3 rasa) : Rp 1.000,-
Total : Rp 56.000,-

3). Biaya kemasan, dan transportasi
a). kemasan produk
i. kemasan plastik :
ii. kemasan kardus :
b). hadiah pembelian (mangkuk kaca) :
Total : Rp 57.000,-

4). Biaya publikasi
– Pamflet : Rp 140.000,-
– Leaflet : Rp 10.000,-
Total : Rp 150.000,-

5). Harga penjualan tiap bulan (600 x Rp 1200,-) : Rp 720.000,-
6). Analisis kelayakan usaha
f = e – d – c- b = Rp 720.000 – Rp 150.000 – Rp 57.000 – Rp 56.000 = Rp 457.000
Jadi produk yang kami hasilkan tiap bulannya dapat menghasulkan keuntungan Rp 457.000 (lebih dari dua kali lipat modal yang dibutuhkan), hal ini menandakan prodak yang kami pasarkan mempunyai kelayakan untuk prospek kedepannya

I. Jadwal Kegiatan
No Kegiatan Waktu
Bulan I Bulan II Bulan III Bulan IV
A. Persiapan
1 Observasi dan survey pasar
2 Identifikasi kebutuhan alat dan bahan
3 Pembelian alat dan bahan
4 Persiapan tempat

B. Pelaksanaan
1 Pembuatan sampel
2 Penetapan kualitas produk
3 Pengolahan awal ubi jalar merah menjadi tepung
4 Pengolahan tepung ubi jalar merah dicampur teri menjadi mie kering
5 Pengemasan produk
6 Pemasaran produk mie kering
7 Analisa pasar

C. Penyusunan laporan

J. Rancangan Biaya
No Keterangan Spesifikasi Jumlah Biaya (Rp)
Pembuatan Proposal
1. Proposal Rental, warnet, print dan jilid 4 400.000,00
Pengadaan alat dan bahan
1. Penyediaan bahan -ubi jalar merah
-teri
-tepung terigu
-kanji
-bumbu giling
kering 20 kg
2 kg
12 kg
2kg
3kg 200.000,00
250.000,00
150.000,00
20.000,00
30.000,00
2. Penyediaan alat -panci
-baskom besar
-ember
-blender
-pisau dapur
-tampah
-pengaduk
-kemasan produk
-hadiah pembelian
(mangkuk kaca)
3 buah
3 buah
2 buah
1 buah
4 buah
2 buah
4 buah
150.000,00
200.000,00
60.000,00
300.000,00
20.000,00
20.000,00
20.000,00
500.000,00
200.000,00
3. Sewa -selep ubi jalar
merah
-press dan potong
mie
– oven pengering 50 x 1.500,00 75.000,00

300.000,00

100.000,00
4. Pekerja – upah pekerja 2 x 200.000,00 400.000,00
5. Peminjaman laboratorium Laboratorium tata boga FT UNY 400.000,00

6. Uji sampel kandungan gizi Mie kering Laboratorium UGM 5 uji kandungan 1.500.000,00
7. Keselamatan kerja 200.000,00
Pelaksanaan
1. Dokumentasi 500.000,00
2. transportasi 400.000,00
Hasil
1. Pembuatan laporan 400.000,00
2. Publikasi 750.000,00
3. Lain-lain 500.000,00
Total 8.135.000,00

K. Daftar Pustaka
Aagosristek.go.id. (2001).Tepung Ubi Jalar. Diakses dari: http://www.aagos.ristek.go.id/pangan/…/tepung_ubi_jalar./ pada tanggal 10 September 2009.
Budiboga.blogspot.com.(2006). Sejarah dan Aneka Jenis Mie. Diakses dari :http://budiboga.blogspot.com/2006/05/sejarah-dan-aneka-jenis-mie./ pada tanggal 10 September 2009
Dini isnandi. (2008). Harumnya Ikan Bilis atau Ikan Teri. Diakses dari:
http://dinni.isnandi.net/2008/05/14/harumnya-ikan-bilis-atau-ikan-teri/ pada tanggal 29 Juni 2009

Kamus Ilmiah. (2007). Teknologi Pembuatan Mie Skala Industri Rumah Tangga. Diakses dari: http://www.kamusilmiah. com/teknologi/teknologi-pembuatan-mie-skala-rumah-tangga/ pada tanggal 17 Mei 2009

KlikDokter.com. (2008). Mengupas Manfaat Dibalik Tubuh Mungil Ikan Teri. Diakses dari: http://www.klikdookter.com pada tanggal 17 Mei 2009

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat IPB. (1998). Kajian Teknologi Pembuatan Tepung Ubi Jalar Instan Kaya Pro- Vitamin A. Diakses dari: http://web.ipb.ac.id/ pada tanggal 20 Mei 2009

Warnadunia.com. (2009). Manfaat Khasiat dan Kndungan Ubi Jalar. Diakses dari: http:// http://www.warnadunia.com/manfaat-khasiat-dan-kandungan-ubi-jalar/ pada tanggal 20 Mei 2009

About these ads

2 thoughts on “Mie Kering dari Ubi Jalar Merah dan Teri

    • owh itu tidak dijual mbk, tapi dulu penelitian kami ketika di kampus tapi tidak kami kembangkan menjadi usaha,
      rasanya memang manis dan enak, teksturnya juga lembut
      silakan membuat sendiri saja, bhan dan cara membuatnya sederhana kok

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s